Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Tips Tetap Untung di Bisnis Menyewakan Properti

Tips Tetap Untung di Bisnis Menyewakan Properti

Arunapasman.com - Menekuni bisnis sewa dan menyewakan properti memang menjadi pilihan yang bagus untuk mendapatkan penghasilan untung secara pasif, ya karena setelah deal ada penyewa maka kita tidak banyak aksi untuk mempromosikan lagi sampai bataswaktu sewanya habis.

Tapi bagian yang sulit dari seluk beluk bisnis penyewaan properti ini yaitu bagaimana bisa selalu untung, pasalnya faktor dari daya beli dan biaya perbaikan-perbaikan setiap tahunnya tidak selalu sama.

Maka dari itu untuk menekuni bisnis menyewakan properti dan agar selalu bisa mendapatkan untuk setiap periode penyewaan, ada beberapa hal yang harus diperhatikan seperti kondisi properti, karakter penyewa hingga perhitungan biaya pertahunnya.

Agar Untung di Bisnis Menyewakan Properti


Agar selalu bisa mendapatkan keuntungan di bidang bisnis sewa properti setiap periodenya, ada point-point tertentu yang harus kamu pahami mulai dari memilih karakter penyewa hingga perawatan dan pengecekan berkala agar tidak terjadi pembengkakan cost.

Pilih Karakter Penyewa Yang Baik

Dalam bisnis ini jangan pernah sembarangan menerima penyewa hanya untuk mendapatkan uang setiap waktu, tetapi karakter dari penyewa justru paling penting untuk diperhatikan demi melindungi properti dari keluar banyak uang karena perbaikan di periode kedepannya.

Memilih dan menemukan penyewa yang tepat dengan atitude baik harus benar-benar di seleksi agar bisa menghindari berbagai kondisi kerusakan pada properti yang membengkakkan biaya perbaikan.

Paling mudah cek riwayat penyewa seperti latar perilaku buruk atau belakang kriminal kemudian riwayat lain misal ada histori riwayat merusakkan fasilitas umum atau tidak, caranya bisa melihat jejak digitalnya dari akun-akun medsos, dan kalau tidak ada informasinya di media internet, cobalah untuk mempelajari gerak geriknya.
Laporan Kondisi Secara Berkala

Sebagai orang yang menyewakan properti, tidak ada salahnya jika kamu meminta laporan kondisi properti secara berkala dari penyewa, paling tidak seperti foto tiap ruangannya. Buat perjanjian di awal dan jika penyewa enggan untuk melakukannya maka lebih baik tawarkan ke penyewa yang mau.

Waktu cek kondisi bisa sebulan sekali, jangan menyepelekan hal kecil seperti ini untuk menghindari kerusakan properti yang bisa menghabiskan budget ketika nanti penyewa tersebut pindah.

Lakukan Pemeliharaan Secara Berkala

Pada poin sebelumnya, Laporan Kondisi Secara Berkala bisa menjadi acuan untuk melakukan pemeliharaan scara berkala guna menjaga keamanan properti dan sebagai bentuk tanggung jawab pemilik.

Dan jika penyewa properti kita memiliki atitude yang baik pastinya akan dengan senang hati jika kita berikan layanan pemeliharaan secara berkala seperti perbaikan saluran air, pemangkasan dahan poho ataupun reparasi pada kerusakan kecil furniture.

Pengecekan Langsung Secara Rutin

Dalam durasi waktu yang lebih panjang misalnya 5 atau 6 bulan sekali bisa dilakukan pengecekan langsung secara rutin dengan datang ke properti yang disewa, hal ini bisa memberikan informasi yang lebih baik dalam mengetahui kerusakan yang harus diperbaiki dan perawatan properti. Jika terjadi pelanggaran yang ada seperti kerusakan parah maka bisa meminta pertanggung jawaban dari si penyewa.

Biaya Perawatan Halaman Properti

Sebagai celah untuk mendapatkan keuntungan lebih, maka kamu bisa memberikan layanan pembuatan Lansekap atau dekorasi halaman dan memasukkan biayanya ke total harga sewa, kalau bisa jangan biarkan penyewa mendesain dan merombak sendiri halaman yang ada.

Biaya pemeliharaan selama masa sewa juga bisa dihitung sekalian ditambah layanan lain seperti potong rumput dan membersihkan jalan setapak, tindakan ini akan menjaga kondisi halaman properti yang kamu sewakan tetap dalam batas yang normal dan berkondisi baik.
Tentang Perpanjangan Sewa

Mungkin setelah waktu sewa habis, ada sebagian orang yang ingin memperpanjang waktu sewanya lagi karena alasan tertentu misal tempatnya cocok dengan tempat kerja. Untuk memutuskan ya atau tidaknya lebih baik cek kembali bagaimana kondisi properti setelah habis masa sewa.

Jika kondisi properti kita masih dalam keadaan baik, ada rusak sedikit termasuk hal yang wajar, kemudian penyesuaian uang sewa cocok dengan keuntungan yang diperoleh maka tidak ada salahnya untuk menyetujui Perpanjangan sewa.

Namun apabila sebaliknya, terdapat banyak kerusakan dan penyewa sulit dimintai penggantian, sudah jelas lebih baik tidak usah diperpanjang masa sewanya.
Gunakan Sistem

Karena masa nya sudah digitalisasi maka tidak ada salahnya memakai teknologi untuk membuat semua prosesnya lebih teratur dan merampingkan proses penyewaan misalnya room tour dengan panggilan video hingga proses penyewaan dan perpanjangan secara online.

Daripada harus repot-repot membawa kertas-kertas aplikasi, formulir dan rincian sewa kepada calon penyewa, bukankah lebih mudah untuk mengirim data-data tersebut lewat email atau google form dan sebagainya.

Evaluasi beberapa tahun terakhir pada waktu sewa merupakan rangkuman yang tepat untuk memutuskan apakah akan memberikan perpanjangan sewa atau tidak, akumulasikan keuntungan yang didapat agar kamu bisa mendapatkan cuan dan pemasukan dari bisnis penyewaan properti ini.