Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Properti, 1 dari 3 Sektor Investasi yang Menarik

Properti, 1 dari 3 Sektor Investasi yang Menarik

Arunapasman.com - Diantara banyaknya jenis dan varian investasi, properti justru masuk dari salah satu sektor investasi yang menarik.

Dibanding emas atau saham, sektor properti terbilang sangat menarik banyak orang untuk menjadi investor karena karakternya yang selalu naik dan tidak pernah mengalami penurunan nilai kecuali jika ada faktor eksternal. 

Info Properti Pilihan :
Sektor-Sektor yang menarik tersebut antara properti, konstruksi dan juga pertambangan karena ketiga investasi ini akan selalu berkembang dan dibutuhkan dalam skala besar.

1. Investasi Sektor Properti 

1. Investasi Sektor Properti

Sektor investasi properti atau sektor pembangunan akan selalu terdorong karena berkaitan dengan modal asing, apalagi di Indonesia masih punya banyak lahan yang bisa untuk dibangun.

Apalagi tren hunian yang nyaman dan asri selalu menjadi minat dari kawula mudah, atau mungkin sektor apartment yang selalu mendapat posisi di rentetan properti paling laku pada kota-kota besar.

2. Sektor Transportasi

2. Sektor Transportasi

Berikutnya ke sektor transportasi yang potensinya besar karena semakin berkembangnya sektor properti maka sektor transportasi akan selalu tertarik dan dituntut untuk selalu berkembang.

Alasannya sederhana karena semua akses di sektor properti pasti ditunjang akses transportasi, itu belum membahas sektor transportasi karena update dari teknologi yang digunakan, maka dari itu sektor transportasi hampir tidak ada habisnya.

3. Sektor Pertambangan 

3. Sektor Pertambangan

Lanjut ke sektor lain yang sangat potensial yaitu pertambangan contohnya sekarang banyak pembangkit listrik yang menggunakan batu bara sebagai bahan bakar utamanya, itu belum dari hasil pertambangan lainnya seperti gas dan minyak.

Sektor Pertambangan bisa dibilang menjadi arena investasi terbaik untuk perusahaan-perusahaan besar karena keuntungannya sudah pasti dan dituntut untuk ada.

Ketiga sektor investasi diatas sudah bukan masuk ke kategori menguntungkan lagi tetapi justru sudah dituntut untuk ada antara satu sektor dan sektor lainnya, modalnya pun bukan hanya besaran uang tetapi juga pandai melihat celah dan faktor jangka panjang.