Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Apa itu Jaringan 5G, Kenali Cara Kerja dan Bahayanya

Jaringan 5G Kenali Cara Kerja dan Bahayanya

Arunapasman.com - Jaringan 5G atau teknologi jaringan seluler generasi kelima adalah sebuah trobosan dan peningkatan baru pada perangkat nirkabel yang jauh berbeda dari generasi sebelumnya.

Kecepatan jaringan 5G yang tinggi akan melingkupi penggunaan seluler dalam mendownliad data ke perangkat kemudian latensi yang kecil ketika mengirim ataupun menerima data.

Jaringan Internet 5G diperkirakan bisa memberikan kecepatan akses data bahkan sampai 100kali lipat dari jaringan 4G sekarang, masih sekitar ya jadi bisa lebih bisa kurang tergantung infrastruktur.

Kalau sekarang kita mengunduh file dari internet menggunakan satuan Mbps, diharapkan nanti dengan adanya jaringan 5G kecepatan mengunduh bisa menjadi satuan Gbps atau misalnya sekarang kamu mengundung 1Mbps nanti dengan 5G harusnya bisa sampai 1Gbps.

Dengan terobosan jaringan 5G ini serta kecepatannya yang luar biasa maka akan ada kemungkinan aplikasi yang ada sekarang akan berubah ke basis baru.

Singkatnya begini, dengan kecepatan setinggi itu dan satuannya gigabit perdetik maka kamu bisa mengunduh film yang ukurannya 500Mb an dalam hitungan detik saja.

Tentunya kecepat seperti itu akan merubah pola aplikasi yang dulu dari sisi pengguna bisa jadi menjadi ke sisi server, jika itu terjadi maka akan ada kemungkinan penggunaan aplikasi realitas virtual atau mobil mengemudi otonom seperti film film teknologi masa depan dimana mobil berjalan sendiri dengan lancar.

Basis aplikasi seperti AR atau augmented reality akan berkembang sangat cepat dengan adanya jaringan baru 5G ini, bahkan mungkin kamu bisa bertemu dengan orang lain bukan hanya berupa video melainkan teknologi virtual.

Karena itulah jaringan 5G akan lebih terfokus untuk loncatan teknologi industri daripada penggunaan personal, dengan latency yang habkan dibawah 1 ms perangkat akan mampu mengirim dan menerima informasi dalam waktu muncul seketika.

Maka jika nanti jaringan 5G sudah dikomersilkan, mungkin aplikasi chating akan kalah dengan teknologi pertemuan virtual, tapi sayangnya jaring sehebat 5G ini memerlukan teknologi dan infrasrtuktur baru yang tidak murah.

Teknologi dan Kebutuhan Jaringan Baru 5G


Perlu kamu tau sejak awal munculnya ponsel sudah menggunakan jaringan nirkabel dan beroperasi pada pita frekuensi radio yang sama dari spektrum elektromagnetik.

Permasalahan muncul ketika semakin banyak pengguna memadati jaringan dan permintaan lebih banyak maka ibarat jalan raya gelombang radio ini akan semakin padat dan macet oleh lalu lintas seluler.

Karena masalah itu maka penyedia jaringan seluler harus dan ingin memperluas ke frekuensi gelombang milimeter yang lebih tinggi dimana masih sepi trafiknya.

Frekuensi jaringan gelombang yang dimaksud adalah gelombang milimeter yang menggunakan frekuensi 30 hingga 300 gigahertz yaitu secara perhitungan 10 hingga 100 kali lebih tinggi daripada gelombang radio yang digunakan saat ini untuk jaringan 4G dan WiFi.

Jaringan jaringan tinggi tersebut memakai satuan milimeter karena panjang gelombang bervariasi antara 1 dan 10 milimeter sedangkan gelombang radio ponsel ponsel sekarangberada di skala sentimeter.

Dengan begitu frekuensi yang menggunakan satuan gelombang milimeter jelas lebih tinggi dan dapat menciptakan satu jalur baru yang sangat luas di jalan raya komunikasi. Rencana tetaplah renaca, pasti akan ada permasalahan yang muncul.

Frekuensi gelombang dengan ukuran milimeter ini ternyata mudah diserap oleh dedaunan dan bangunan serta membutuhkan banyak Base Transceiver Station atau BTS yang jaraknya sangat dekat atau dalam bahasa telekomunikasi disebut sel kecil.

Sebagai informasi BTS atau Base Transceiver Station adalah sebuah model infrastruktur telekomunikasi yang berfunfsi untuk memfasilitasi komunikasi nirkabel antara piranti komunikasi dan jaringan operator.

Jika menggunakan BTS yang jauh lebih kecil maka terdapat keuntungan juga yaitu BTS kecil membutuhkan daya lebih kecil dari menara sel tradisional dan dapat ditempatkan di atas bangunan dan tiang lampu, jadi nanti pada jaringan 5G BTS tidak akan sebesar sekarang tetapi sangat rapat dan berdekatan.

Miniaturisasi BTS atau membuat BTS dengan ukuran kecil juga bisa memberikan kemungkinan baru serta terobosan teknologi lain berbasis jaringan 5G misalnya MIMO masif.

MIMO sendiri adalah singkatan dari multiple-input multiple-output dan tentunya berbasis konfigurasi yang mengambil keuntungan dari antena yang lebih kecil untuk gelombang milimeter dengan secara dramatis meningkatkan jumlah port antena di setiap BTS.

Nantinya kamu akan melihat sebuah BTS yang tinggi dengan ratusan antena antena kecil diatasnya yang notabene adalah BTS mini, kalau dibayangkan mungkin mirip seperti setangkai jamur susu yang tinggi dengan banyak pucuk pucuk kecil diatasnya.

Nah dengan banyaknua jumlah antena mulai puluhan hingga ratusan antena di setiap stasiun pangkalan maka teknologi ini mampu melayani banyak pengguna yang berbeda secara bersamaan dan pastinya meningkatkan kecepatan data.

Laboratorium IC (COSMIC) yang berlokasi di Columbia, Amerika Serikat kini tengah merancang chip yang memungkinkan penggabungan teknologi gelombang milimeter dan MIMO.

Menurut keterangan Krishnaswamy dari Laboratorium IC (COSMIC) menyatakan bahwa Gelombang milimeter dan MIMO masif adalah dua tipe teknologi terbesar yang akan menjadi basis 5G untuk menghasilkan kecepatan data yang lebih tinggi dan latensi yang lebih rendah.

Apakah Teknologi Jaringan 5G ini Berbahaya ?


Tidak dapat dipungkiri secara keilmuan dan Teknologi jaringan 5G akan mampu meningkatkan kualitas kehidupan kita sehari-hari tetapi juga tidak menutup kemungkinan bahwa ada beberapa pengguna khawatir tentang potensi bahaya kesehatannya.

Salah satu pokok rasa kekhawatiran ini adalah karena penggunaan teknologi 5G memiliki radiasi gelombang milimeter dengan energi yang lebih tinggi.

Maka disini profesor bioteknologi di Pennsylvania State University yaitu Kenneth Foster menjelaskan bahwa sering ada kebingungan antara radiasi pengion dan non-pengion karena istilah radiasi digunakan untuk keduanya.

Berdasarkan penjelasannya semua cahaya adalah radiasi karena hanya berupa energi yang bergerak dalam suatu ruang, inilah yang disebut radiasi pengion karena berbahaya dan dapat merusak ikatan kimia.

Profesor bioteknologi Kenneth Foster juga menjelaskan bahwa radiasi pengion adalah alasan dimana orang orang memakai tabir surya ketika berada diluar karena sinar ultraviolet gelombang pendek dari langit mampu mengetuk elektron dari atomnya sehingga bisa merusak sel-sel kulit dan DNA.

Namun untuk Gelombang milimeter yang nanti digunakan jaringan 5G ini tidak terionisasi karena memiliki panjang gelombang yang lebih panjang dan juga tidak cukup energi untuk merusak sel secara langsung.

Satu satunya bahaya yang disebabkan oleh radiasi non-ionisasi yaitu pemanasan yang terlalu banyak sesuai apa yang dikatakan oleh Foster yang sudah memiliki pengalaman mempelajari efek kesehatan dari gelombang radio selama hampir 50 tahun.

Tentu tidak dapat dipungkiri pada tingkat paparan tinggi energi frekuensi radio juga bisa berbahaya seperti menimbulkan luka bakar atau kerusakan termal lainnya tapi efek paparan ini hanya bisa terjadi dalam pengaturan pekerjaan di dekat pemancar frekuensi radio berdaya tinggi saja.

Program Toksikologi Nasional pada tahun 2018 merilis sebuah penelitian dalam satu dekade yang menghasilkan adanya bukti peningkatan tumor otak dan kelenjar adrenalin pada tikus jantan karena terpapar radiasi RF yang dipancarkan oleh ponsel 2G dan 3G.

Hewan jenis tersebut bisa itu terpapar jika terkena tingkat radiasi empat kali lebih tinggi dari tingkat maksimum yang perbolehkan untuk paparan manusia. Namun selama ini masih banyak penentang penggunaan studi gelombang RF untuk mendukung setiap argumen yang ada dan sering mengabaikan kualitas metode eksperimental atau memberikan hasil yang tidak konsisten.

Intinya saat ini masih perlu banyak penelitian lebih dalam tentang dampak kesehatan potensial jika jaringan 5G sudah dikomersilkan.

Penutup Seputar Jaringan 5G


Kita tentunya sudah tau bahwa jaringan 5G merupakan sebuah lompatan generasi yang sangat luar biasa dari generasi jaringan seluler sebelumnya, tapi jaringan 5G masih membutuhkan infrastruktur dan jalur pita spektrum yang baru sebelum bisa digunakan.

Sejauh apa kemampuan jaringan 5G bisa dipastikan lebih tinggi daripada apa yang kita perkirakan, maka dari itu akan ada kemungkinan terjadi perubahan besar dalam industri teknologi dan industri terkait.

Mengenai bahaya atau tidaknya Jaringan 5G para ahli di negara negara yang sudah melakukan pengembangan teknologi ini juga masih menyarankan untuk mengadakan penelitian lebih dalam tentang efek dari jaringan 5G ini, terakhir kita tunggu saja seperti apa perubahan yang nanti akan dibawa oleh Teknologi jaringan generasi kelima dari dunia seluler.