Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Benarkah Ponsel 5G Tidak Butuh MicroSD ?

Benarkah Ponsel 5G Tidak Butuh MicroSD ?

Arunapasman.com - Kini jaringan 5G sudah bukan mimpi lagi dan akan hadir di Indonesia mungkin awal 2022 nanti dan hal tersebut akan sangat besar mempengaruhi perubahan spesifikasi dari smartphone yang ada.

Wacana dan ulasan yang sudah muncul, hadirnya jaringan super cepat 5G akan merubah ponsel smartphone yang sekarang menggunakan slot microSD untuk memperluas memori internal ponsel nantinya tidak akan menggunakan lagi slot tersebut. 

Info Gadget Pilihan :
Hal ini bukanlah bacaan dan omong kosong belaka mengingat dengan kecepatan transfer 5G memungkinkan ponsel menyimpan data ke cloud lebih cepat disbanding menyimpannya ke MicroSD.

Ya, masih banyak spekulasi tentang permasalahan ini apalagi jaringan 5G saja belum muncul untuk saat ini.

Untuk mendapatkan fitur penyimpanan cloud yang cepat secara perangkat sudah harus mendukung ketersediaan jaringan super cepat dan sinyal yang ada dimana-mana.

Tapi menyimpan file ke cloud sudah berlaku untuk computer-komputer super dan hanya masalah waktu untuk berlaku di ponsel 5G.

Mengingat pasaran ponsel 4G dan 5G yang sudah ada menggunakan memori rata-rata memori internal berkapasitas 128 GB dan sudah hampir masuk ke era internal 256GB maka dari itu sangat mungkin kalau 2 tahun kedepan ponsel tidak membutuhkan Micro SD.

Alasannya sih sederhana, trend ponsel pasti sudah menggunakan memori internal minimal 128GB dan mendukung 5G artinya data aplikasi akan disimpan ke internal dan data tambahan atau file-file yang kita miliki bisa disimpan ke cloud.

Metode ini jauh lebih efektif daripada harus mengalami resiko kartu SD rusak dan tidak terbaca, contohnya saja untuk aplikasi game maka file aplikasi dari game tersebut sajalah yang akan disimpan pada internal memori sedangkan file datanya akan disimpan dan diambil dari layanan cloud gaming.

Kalau benar kondisi seperti ini terjadi maka game sekarang yang di memori internal menghabiskan 5-8GB nantinya hanya akan1/3 nya saja dan file data lainnya langsung dibaca dari layanan cloud gaming.

Apalagi kecepatan jaringan 5G nanti akan mengubah kebiasaan pengguna dalam daya baterai yang digunakan, jadi kemungkinan besar teknologi penyimpanan daya atau baterai ponsel dalam 2 tahun kedepan akan berubah drastic.

Mulai dari sehi cepatnya pengecasan isi ulang dan besaran mAH nya, karena tidak dapat dipungkiri dengan menggunakan jaringan 5G akan boros baterai efek task berat seperti streaming video yang lebih panjang.

Jadi kita tunggu saja bagaimana kedepannya, dengan diterapkannya jaringan 5G pada ponsel smartphone seharusnya fitur memori, baterai dan input daya seharusnya mengalami perubahan yang lebih pesat daripada sekarang ini.

Gambaran kasarnya sih kalau sekarang kapasitas baterai rata-rata 5000 an mAH maka kalau sudah diterapkan jaringan 5G seharusnya berkisar 10.000an mAH dan bisa penuh dalam waktu 1,5 jam atau kurang.